Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sahabat, ijinkan saya untuk menyampaikan pernyataan sikap saya khususnya, dan sikap kami, sebagai individu pengurus salamduta serta sikap kami sebagai organisasi atas ‘keinginan’ beberapa alumni agar salamduta dengan ‘senang hati’ dan ‘lapang dada’ bergabung ke dalam “IASDUTA”. Namun sebelumnya, betapa lancangnya saya jika saya tidak memperkenalkan diri saya pribadi terlebih dahulu.
Nama Lengkap : ISNEN KURNIA HARIMAN
Nama Panggilan : Isnen
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : 06 Agustus 1985 (blom lama milad)
Umur : 23 tahun
Lulus SMA tahun : 2003
Jurusan : IPA
Kuliah : Teknik Elektro UI (akhirnya lulus juga... hehehe...)
Status : “mau” menikah (doakan aja segera)
No HP : 0857 1000 3781 / 021-9936 8242 (yang mau ngisiin pulsa silakan, ditunggu ya...!)
Nah, data diatas adalah data ketua SALAMDUTA 04 periode 2008 – 2011, diinget baik-baik ya...!
Sebelum saya memberikan pernyataan sikap secara resmi, ijinkan kami mengenalkan apa itu salamduta secara lebih mendalam. Selama ini kita bergabung di milis SALAMDUTA, tapi boleh jadi sahabat sekalian masih belum benar-benar mengenal siapa kami, bagaimana aktifitas kami, mengapa kami ada dan lain sebagainya ... karenanya, ijinkan kami, sekali lagi, berterus terang mengenai aktifitas yang kami lakukan di sman duta
WARNING: tulisan ini agak panjang, tapi saya mohon dengan sangat untuk membacanya dengan seksama, jangan sampai ada satu katapun terlewat, agar sahabat sekalian dapat memahami SALAMDUTA sebagaimana kami memahaminya, tidak lebih dan tidak kurang, tidak ada kerancuan dan keraguan.
Tulisan ini akan ada tiga bagian (part) insya Allah, yang ini adalah bagian pertama, saya beri judul “Beginilah Tarbiyah Mengajarkan Kami” (terinspirasi dari bukunya M. Lili Nur Aulia “Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami”), berisi segala sesuatu yang perlu sahabat sekalian tahu mengenai kami dan dakwah kami. Bagian kedua dan ketiga, tunggu aja ya... Insya Allah.
SEBUAH PROLOG
SMAN DUTA MEMANGGIL
Singsingkan lengan baju
Pancangkan asa
Ukirlah hari esok
Sman duta jaya
Bergandengan tangan
Tuk meraih ridho Allah
Buatlah skolah ini
Slalu tersenyum
Bahagia dan sejahtera
Dalam cintaNYA
Tiada lagi resah
Tiada lagi duka lara
Reff:
Sekolah Indah
eS eM aA duta
memanggil namamu
menyapa nuranimu
Sekolah Indah
eS eM aA duta
menanti hadirmu
rindukan karyamu
(diadaptasi dari nasyid SHOUTUL HAROKAH (Bangkitlah Negeriku) – Indonesia Memanggil)
Alhamdulillah, setelah kurang lebih 9 tahun salam duta memberikan kontribusi di smanduta, ternyata, beberapa tahun belakangan ini banyak juga bermunculan sahabat alumni yang bermunculan ingin memberikan kontribusi positif lainnya. So, kami tidak merasa sendiri lagi...
Upps, kembali ke pembahasan utama ....
Kami ingin berterus terang kepada sahabat semua tentang tujuan kami dan menyampaikan seruan kami kepada sahabat semua, tanpa ada kerancuan dan kesamaran.
Kami juga ingin agar sahabat semua mengetahui bahwa dakwah SALAMDUTA itu bersih dan suci. Kebersihannya benar-benar mulia insyaAllah, tak ada sedikitpun ambisi pribadi di dalamnya, meninggalkan hawa nafsu dan kesenangan sementara, serta menganggap kecil keuntungan materi. Jalan yang kami lalui adalah jalan para da'i.
“Katakanlah, 'inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.' Mahasuci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” (Yusuf:108)
Demi Allah, kami tidak meminta sesuatupun dari sahabat semua, atau adik-adik kami yang ada di sekolah, tidak mengharap harta, tidak menuntut balasan, tidak menginginkan popularitas, dan tidak menghendaki imbalan dan ucapan terima kasih. Sungguh, pahala amal kami hanyalah dari Dzat yang telah menciptakan kami.
Kami ingin agar sahabat semua tahu bahwa sahabat semua lebih kami cintai dari pada diri kami sendiri. Sungguh, seandainya harta yang ada pada tangan kami, waktu yang Allah karuniakan bagi kami, pikiran yang Allah jernihkan untuk kami, dan tenaga yang Allah kuatkan bagi kami, mampu menjadi penebus bagi kehormatan, kejayaan, kemuliaan, agama dan cita-cita sahabat muslim semua, maka, jiwa kami akan dengan sangat senang hati memberikannya, jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Tiada yang membawa kami pada sikap seperti ini kepada sahabat muslim semua kecuali karena rasa kasih sayang yang telah memenuhi relung jiwa kami, menguasai perasaan kami, mencengkeram hati kami, dan mengalirkan air mata kami. Sungguh, kami merasa sedih melihat apa yang menimpa generasi muda muslim umat ini, sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan.
Sungguh, kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh generasi muda muslim. Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh sahabat muslim semua.
Kami tidak merasa berjasa dengan sesuatupun dan tidak pula menganggap diri lebih utama.
Seandainya -jika andai-andai ini bermanfaat -hati kami terbuka di hadapan penglihatan dan pendengaran sahabat semua, sehingga sahabat semua dapat melihat sendiri. Adakah sahabat semua melihat sesuatu dalam hati kami, selain menginginkan kebaikan untuk smanduta, rasa kasih sayang terhadap sahabat semua dan muslim/ah smanduta?
Namun, cukuplah bagi kami Allah mengetahui itu semua. Hanya Dia-lah yang menjamin dukungan yang tepat, agar kami selalu benar.
Kami ingin agar sahabat semua mengetahui bahwa dakwah ini tidak tepat, kecuali untuk orang yang telah memahami berbagai aspeknya dan memberikan segala biaya yang dibutuhkannya; baik jiwa, harta, waktu, dan kesehatan.
“Katakanlah, 'jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, sanak keluargamu, harta yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu takuti kerugiannya, rumah-rumah kediaman yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNYA dan (dari) berjihad di jalanNYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan adzabNYA. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” (At-Taubah:24)
Tabiat dakwah kami adalah keterpaduan (SINERGI). Maka siapa yang siap, ia harus hidup bersama dakwah dan dakwah pun hidup bersamanya. Sebaliknya, siapa yang tidak sanggup memikul beban ini, ia terhalang dari pahala mujahidin, tertinggal bersama orang-orang yang tertinggal, dan duduk bersama orang-orang yang duduk-duduk.
Kami mengajak sahabat semua -khususnya- dan manusia pada umumnya, kepada sebuah prinsip, yaitu prinsip yang jelas, definitif, dan diterima semua orang. Dakwah kami adalah dakwah yang hanya dapat digambarkan dengan kata 'islamiyah'. Ya, inilah asas dakwah kami, fondasi organisasi kami, dan ruh bagi gerakan kami.
Kata (islamiyah) ini mempuyai makna yang sangat luas, bukan makna sempit yang dipahami banyak orang. Kami meyakini bahwa Islam adalah nilai yang komprehensif, mencakup seluruh dimensi kehidupan, mengatur seluruh kehidupan manusia, serta tidak statis menghadapi berbagai masalah yang dinamis dan berbagai aturan yang dibutuhkan dalam perbaikan umat islam.
Ya, dakwah kami adalah islamiyah, dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. Karenanya, pahamilah SALAMDUTA sesuka sahabat semua, yang penting pemahaman sahabat semua tetap terbingkai oleh Al-Quran, sunnah Rasulullah saw, dan sejarah generasi muslim terdahulu.
Lalu, mengapa kami berada di jalan dakwah ini?? Banyak alasan yang mendasari, bukan karena dakwah adalah sebuah kewajiban bagi kami, namun sebuah kebutuhan yang harus kami penuhi bagi jiwa-jiwa kami. Bahkan, lebih dari itu, jalan dakwah adalah salah satu bentuk rasa syukur kami atas hidayah Allah yang telah dikaruniakan kepada kami melalui para pendahulu kami.
Dan kamipun semakin mendalami pesan Rasulullah saw, “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk Allah, maka ia akan memperoleh pahala yang sama seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun.” (HR Muslim)
Ada banyak orang-orang mulia, kaum muslimin, para pendahulu kami yang mendapat pahala begitu banyak karena menyebabkan kami mengenal Islam dan mengimani agama ini lebih dalam. Ada banyak yang jasadnya telah hancur diurai tanah, namun, para malaikat tak henti-hentinya mencatat pahala kebaikan mereka disebabkan peran-peran dakwah mereka dahulu. Kamipun ingin menjadi seperti para pendahulu kami, yang mendapatkan begitu banyak kebaikan atas peran dakwah yang mereka lakukan.
Perlu sahabat semua ketahui bahwa, kebersamaan kami di jalan dakwah ini terikat karena lima hal :
pertama, ikatan aqidah. Ikatan aqidah Islamiyah telah menyatukan hati kami. Kesamaan imanlah yang menghimpun kebersamaan dan kedekatan kami di SALAMDUTA.
kedua, ikatan pemikiran. Sejak awal, kami disatukan oleh kesamaan cita-cita, pemikiran, ide dan gagasan yang kami yakini mampu mendekatkan kami kepada keridhaan Allah.
ketiga, ikatan persaudaraan. Di jalan ini, kami terikat oleh ruh persaudaraan yang tulus. Kami berharap persaudaraan kami seperti yang digambarkan oleh Rasulullah saw, tentang orang-orang yang dinaungi Allah di hari kiamat, dimana salah satu golongan itu adalah : orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah di jalan Allah.
keempat, ikatan organisasi. Perencanaan dan keteraturan dalam langkah-langkah kami, sudah tentu mengharuskan kami memiliki organisasi yang solid. Organisasi itulah SALAMDUTA.
kelima, ikatan janji. Di jalan dakwah ini, kami masing-masing telah mengikrarkan janji. Janji kepada Allah dan kepada saudara kami di jalan ini bahwa kami akan setia dan mendukung perjuangan dakwah.
Sahabat semua, semua yang telah kami ungkap di atas adalah hasil dari proses tarbiyah yang selama ini kami ikuti. Proses setahap demi setahap dalam memperbaiki diri dan orang lain. Proses yang telah kami ikuti cukup lama dan akan terus kami ikuti hingga kami menghembuskan nafas terakhir dan Allah pun menjemput ruh kami.
Beginilah tarbiyah mengajarkan kami...
To Be Continued ...
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sumber Rujukan :
1. Al-Quran dan terjemahannya
2. Hadits Bukhari Muslim
3. kumpulan Risalah Dakwah Hasan Al Banna (Jilid I)
4. Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami oleh M. Lili Nur Aulia
sikap bang isnen tentang iasduta
Posted by salamdoeta
8/15/2008, under
dari redaksi
|
0
feedback
copyright :
humas salamdoeta 2008
-silaturahim alumni muslim sman 2 tangerang-
-tiada hari tanpa sosialisasi-
-silaturahim alumni muslim sman 2 tangerang-
-tiada hari tanpa sosialisasi-










0 Responses So Far: