Milist Salam Doeta

field report tastqif pengurus salamduta


bismillahirrahmanirrahiim

alhamdulillah, komitmen untuk memperbaiki diri sederas komitmen untuk memperbaiki keluarga dekat dan masyarakat, dalam hal ini, adik-adik kita sman 2 tangerang. selain setiap pekan kita rutin meng-upgrade adik-adik kita menjadi pemimpin super layaknya senior2 terdahulu, para pengurus juga konsistensi merekonsialiasikan diri dari dalam salamduta..

salah satu wadah perbaikan diri adalah "tarbiyah tsaqofiyah"... berikut adalah "field report" dari bidang pembinaan pelajar ( kita juga pelajar khan??! :D )

-.-.-.-.-.-
Tatsqif SalamDuta, SDIT Cipondoh, Tangerang
oleh yunda fitrian : bidang pembinaan pelajar salamduta

Angin bertiup lembut. Di sela gerakannya yang gemulai, sekelompok manusia tampak khidmat mendengarkan risalah Allah. Ahad itu, 3 Mei 2009, pengurus Salam Duta menyimak taushiyah dari Ust. Tengku tentang tarbiyah dan da’wah. Kurang lebih inilah yang disampaikan Ust Tengku.

Ada dua alasan utama mengapa kita berda’wah. Pertama karena da’wah adalah jalan para Nabi. Jalan ini adalah jalan mulia yang dicontohkan oleh para Nabi. Mereka menghiasinya dengan perjuangan yang penuh pengorbanan. Hanya dengan kekuatan dan petunjuk Allah-lah, seseorang mampu bertahan di jalan da’wah. Dari kisah para nabi kita bisa menemukan contoh orang-orang yang berguguran di jalan da’wah. Berguguran dalam arti memutuskan hengkang dari da’wah. Qorun misalnya. Awalnya ia adalah pengikut Musa alayhissalam. Akan tetapi ia menjadi demikian sibuk dengan hartanya yang melimpah. Hingga akhirnya Allah menenggelamkan hartanya ke dalam bumi. Selain itu ada juga Bal’am yang berbalik menyerang da’wah dengan kekuasaannya. Jika ditarik benang merahnya, ternyata semua contoh buurk tersebut punya kesamaan mendasar; hubbuddunya; cinta dunia. Kecintaan pada harta dan kekuasaan atau mungkin pada wanita, akan menyeret kita pada jurang kehinaan. Kita sering lupa bahwa dunia dipenuhi tipu daya. Bahwa dunia sesungguhnya semu semata. Mengejar dunia ibarat meminum air laut. Semakin diminum semakin haus.



Alasan kedua untuk berda’wah adalah karena banyak kebaikan yang bisa diperoleh dari jalan ini. Ukhuwah yang indah, saudara-saudara yang terus mengingatkan dan menjaga dalam kebaikan. Rezeki dari Allah dengan berbagai bentuk. Oleh karena itu, laangkah meruginya memilih jalan selain da’wah. Apalagi ketika Allah telah membukakan jalan itu untuk kita tapaki.
Untuk terus menguatkan kaki kita berdiri tegak-dan kadang berlari-di jalan da’wah ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan. Hendaknya kita menguatkan ibadah nafilah. Memelihara sunnah-sunnah. Selanjutnya juga menjauhi maksiat. Maksiat yang berbentuk dosa-dosa kecil akan mengurangi keberkahan da’wah. Terakhir, yang paling penting, teruslah menuntut ilmu. Hadiri majelis halaqoh dengan sepenuh hati. Datang dalam keadaan ringan maupun berat. Bukankah Allah akan memudahkan jalan menuju surga bagi mereka yang berjalan untuk menuntut ilmu? Kehadiran kita di majeis halaqoh juga menjadi tempat mengisi kembali semangat untuk berlomba dalam kebaikan. Maka mari kembali mengaji!!!



0 Responses So Far:

:nangis :rate :lebay :hoax :nyimak :hotnews :gotkp :wow :pertamax :lapar :santai :malu :ngintip :newyear.

copyright :

 humas salamdoeta 2008
-silaturahim alumni muslim sman 2 tangerang-
-tiada hari tanpa sosialisasi-

buku tamu melayang


ShoutMix chat widget
Mobile Edition
By Blogger Touch